KONI Karanganyar Petakan Cabor Potensial

musorkab-koni-karanganyar
MUSORKAB : Perwakilan 31 pengurus cabang olahraga (cabor) di Karanganyar mengikuti Musorkab KONI Karanganyar di rumah dinas bupati, Sabtu (25/7). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Upaya Genjot Prestasi yang Terpuruk

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karanganyar terpilih periode 2020-2024 Sumarno berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh, terkait prestasi olahraga Karanganyar yang saat ini cukup terpuruk

Untuk diketahui, dalam helatan Porprov 2018 lalu, Karanganyar berada di peringkat 29 dari 35 peserta, dalam perolehan medali.

Pemetaan cabang olahraga (cabor) potensial, menambah perolehan medali, hingga mencari solusi untuk mencegah atlet potensial pindah daerah, masuk dalam beberapa agenda kerja yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan baru.

Sumarno terpilih secara aklamasi menjadi Ketua KONI Karanganyar periode 2020-2024, dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang digelar Sabtu (25/7) di rumah dinas bupati. Mengusung tema “Maju dan Tangguh Meraih Prestasi”, Musorkab dihadiri 31 perwakilan pengurus cabor anggota KONI.

Ditemui usai acara, Sumarno menyatakan, peningkatan prestasi jadi target dalam kepengurusan KONI 2020-2024. “Kami akan evaluasi menyeluruh. Petakan cabor potensial, untuk mendulang medali. Juga koordinasi dengan pemerintah, untuk membicarakan pendanaan. Sebab kalau dana pembinaan terlalu sedikit, juga berat,” jelasnya.

Menurutnya, Karanganyar punya banyak cabor potensial. Salah satunya panahan, di mana dulu atleh Karanganyar pernah berjaya di cabor tersebut dengan sumbangan medali emas cukup banyak.

Dikatakan juga, atlet Karanganyar yang hijrah ke daerah lain juga menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi KONI untuk mengantisipasinya. “Kenapa sampai pindah? Apa karena bonus di daerah lain lebih besar, atau karena apa, dicari solusinya. Ini salah satu PR,” ujarnya.

Disinggung soal dana pembinaan, Sumarno menyebut, anggaran yang digelontorkan untuk KONI masih relatif sedikit, yakni Rp 1 miliar.

“Masih belum ideal. Untuk kebutuhan riil, ya nanti dihitung. Namun kami minta cabor-cabor mengajukan usulan kegiatan, program kerja, dan sebagainya. Sehingga ketahuan, berapa kebutuhan riil anggarannya. Juga targetnya. Kalau tidak punya program, ya tidak tercapai. Prestasi tidak akan teraih, kalau tidak ada rencana kegiatan,” imbuhnya.

Sumarno menambahkan, pascamusyawarah, KONI akan segera membentuk kepengurusan baru. Rencananya, dalam waktu 30 hari ke depan, seluruh susunan pengurus sudah terbentuk, untuk kemudian dilantik. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun