Bola Voli Menjaring Atlet Pelajar Terbanyak

bola-voli-menjaring-atlet-pelajar-terbanyak
BLOK BOLA: Dua siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta mengeblok bola saat memperkuat tim voli Solo melawan tim Sukoharjo pada Popda SMP tingkat eks Karesidenan, sebelum pandemi Covid-19.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Siswa KKO Surakarta Belum Berlatih Bersama

SOLO,suaramerdekasolo.com. Enam puluh tiga atlet pemula terjaring masuk sebagai siswa baru Kelas Khusus Olahraga (KKO) Solo tahun ini. Jumlah tersebut membuat akumulasi atlet pelajar pada kelas khusus di SMPN 1 Surakarta itu bertambah menjadi 177 orang.

‘’Sebenarnya kuota siswa baru KKO 64 orang. Tapi setelah proses seleksi, akhirnya berkurang karena ada seorang anak yang tak melakukan daftar ulang hingga batas yang ditentukan,’’ kata pembina KKO SMPN 1 Surakarta, Sugeng Hariyadi, Senin (10/8).

Mereka merupakan atlet dari 13 cabang olahraga yang diakomodasi dalam program kelas olahraga itu. Namun 63 siswa baru yang lolos seleksi berlatar belakang pada 12 cabang, karena bulu tangkis sejak dua tahun terakhir tidak lagi merekrut siswa baru.

Berdasarkan data hasil seleksi, persebaran atlet pelajar terbanyak KKO terdapat pada cabang bola voli. Tercatat ada delapan siswa putra dan sembilan putri yang mampu menembus seleksi di cabang tersebut.

Renang dan Panahan

Cabang berikutnya yang mendapat siswa cukup banyak adalah sepak bola dan atletik, masing-masing tujuh anak. Lalu, cabang beladiri taekwondo, pencak silat dan karate masing-masing lima anak, judo empat orang, serta anggar, tenis lapangan dan tenis meja masing-masing tiga orang.

Sedangkan atlet pelajar yang paling sedikit diterima pada cabang renang dan panahan. Kedua cabang tersebut hanya mendapat masing-masing dua anak.

‘’Para siswa baru sudah masuk bersamaan dengan tahun ajaran baru 2020-2021. Namun pelajaran dan latihan olahraganya, masih tetap dilakukan secara daring karena pandemi Covid-19. Jadi belum ada latihan bersama,’’ ungkap Sugeng yang juga Kasi Pengembangan Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta itu.

Dia mengungkapkan, latihan mandiri di rumah dijalani seluruh atlet pelajar atas program-program yang diberikan masing-masing pelatih. Pemberian program dan pelaksanaan latihan dilaporkan secara daring.

‘’Hanya kala-kala ada cabang yang berlatih bersama dengan protokol kesehatan ketat, pada waktu tertentu. Tapi pelaksanaannya di luar, karena kompleks Stadion Manahan belum dibuka untuk latihan cabang prestasi,’’ tutur Sugeng.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun