NPCI Bakal Terbitkan Peraturan Mutasi Atlet 2020

npci-bakal-terbitkan-praturan-mutasi-atlet-2021
VIRTUAL: Pengurus NPCI Jateng menggelar silaturahmi dan diskusi virtual dengan jajaran NPCI kota/kabupaten se-Jateng, Rabu (26/8).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Silaturahmi Virtual NPCI Jateng

SOLO,suaramerdekasolo.com. National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) bakal menerbitkan peraturan mengenai mutasi atlet di lingkup nasional pada 2020 ini. Menurut Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto, peraturan tersebut untuk melindungi potensi dan prestasi atlet yang dibina daerah-daerah dari kemungkinan terjadinya sengketa antardaerah.

‘’Jadi kalau ada atlet yang akan pindah ke daerah lain, maka paling awal harus ada persetujuan dari NPCI tingkat kota/kabupaten daerah asal yang membinanya. Misalnya daerah asal tidak menyetujui, maka selesai, proses tak bisa dilanjutkan,’’ kata Rima pada silaturahmi virtual yang digelar NPCI Jateng dengan jajaran NPCI Kota/Kabupaten se-Jateng, Rabu (26/8).

Namun jika daerah asal menyetujui perpindahan, maka ada langkah lanjut untuk melaporkan proses mutasi itu ke tingkat provinsi. Selanjutnya, proses tersebut dilaporkan juga ke NPCI Pusat. Dengan demikian, daerah yang membina atlet namun memiliki anggaran kecil, tidak dirugikan oleh daerah beranggaran besar yang akan merekrut atlet bersangkutan.

‘’Selama ini, peraturan mutasi atau perpindahan atlet diterbitkan pada 2014. Nanti akan ada peraturan lebih baru yang akan diterbitkan pada 2020,’’ tutur Rima.

Tiga Hal Pokok

Dia menegaskan, ada tiga hal pokok yang harus diterapkan dalam mengelola organisasi modern, termasuk NPCI di berbagai tingkatan. Yakni mandiri, profesional dan akuntabel, sehingga olahraga prestasi yang dilaksanakan NPCI dapat tercapai maksimal.

Sementara itu Binpres NPCI Jateng Slamet Widodo menyebutkan, kondisi luar biasa akibat pandemi Covid-19 saat ini merupakan tantangan besar dalam pembinaan olahraga. Semua harus tetap optimistis untuk menjalankan pembinaan dengan menyesuaikan kondisi yang ada, tentu tanpa meninggalkan protokol kesehatan.

‘’Mengingat potensi daerah-daerah di Jateng tidak sama, maka harus dilakukan analisis SWOT, yakni strenghts (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang) dan threats (ancaman), guna menentukan kebijakan yang terbaik,’’ kata Slamet.

Silaturahmi virtual itu dibuka Ketua Umum NPCI Jateng Osrita Muslim dan dimoderatori Sekretaris Priyano, serta diikuti jajaran pengurus NPCI kota/kabupaten di lingkungan provinsi tersebut. Osrita mengingatkan agar seluruh pengurus di daerah-daerah untuk bersinergi memacu motivasi dan memfasilitasi para atlet yang berlatih guna menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua tahun 2021.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun