Petenis Meja Jateng Memburu Tiket Paralympic Tokyo 2021

petenis-meja-jateng-memburu-tiket-paralympic-tokyo-2021
SERVIS: Petenis meja pelatnas NPCI dari Solo, Suwarti melakukan servis pada sebuah kejuaraan di Hartono Trade Center Solo Baru.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Latihan Intensif Pelatnas di Solo Baru

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sejumlah petenis meja yang bernaung di bawah National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng asal Solo, kini terus memburu poin guna mendapatkan tiket Paralympic Games Tokyo 2021. Dua atlet pelatnas Kota Bengawan yang masih berpeluang untuk menuju pesta olahraga difabel sejagat itu adalah Suwarti di kelas disabilitas TT8 dan Ana Widyasari (TT11).

‘’Posisi saya saat ini sementara di peringkat 12 kelas TT 8. Masih ada peluang untuk meningkatkan peringkat pada event-event road to Paralympic Tokyo, pada tahun depan,’’ kata Suwarti, Rabu (26/8).

Sebenarnya serangkaian single event tenis meja difabel internasional telah dijadwalkan untuk perburuan poin kualifikasi menuju paralympic, sepanjang tahun ini. Namun agenda-agenda kejuaraan di berbagai negara tersebut dibatalkan, karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda.

Kemungkinan kejuaraan-kejuaraan yang merupakan rangkaian perburuan poin kembali dibuka tahun depan. Hal itu mengingat Paralympic Tokyo yang semula diagendakan digelar 2020 juga ditunda menjadi 2021.

April di Slovenia

Salah satu single event yang dibidik Suwarti untuk perburuan tiket Paralympic adalah kualifikasi dunia yang rencananya diselenggarakan di Lasko, Slovenia, 10-12 April mendatang. Peraih medali emas ganda campuran (bersama pasangannya Ryan Prahasta) pada Asian Para Games 2018 di Jakarta itu memperkirakan, persaingan di Slovenia bakal berlangsung ketat. Sebab atlet-atlet dunia bakal saling sikut untuk merebut tiket ke Jepang.

‘’Kalau bisa menjadi juara di kelasnya pada ajang bulan April 2021 itu, maka otomatis mengantongi tiket ke Tokyo. Maka saya terus berlatih keras di venue pelatnas Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru untuk berusaha meraih posisi tertinggi nanti,’’ tutur atlet kelahiran Pati, 6 Mei 1987 tersebut.

Selain Suwardi dan Ana, sejumlah atlet tenis meja juga masih memiliki peluang untuk menembus Paralympic Tokyo 2021. Mereka adalah Adyos Astan (Maluku/kelas TT4), Agus Sutanto (Jabar/TT5), serta Kusnanto (DKI Jakarta/TT9). Menurut Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto, dua petenis meja yang telah memastikan tiket ke Paralympic Tokyo adalah Komet akbar dan David Jacobs, keduanya di kelas TT10.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun