NPCI Jateng Bertekad Rebut Kembali Juara Umum Peparnas

npci-jateng-bertekad-rebut-kembali-gelar-juara-umum-peparnas
PERTEMUAN VIRTUAL: Jajaran pengurus NPCI Jateng melakukan koordinasi virtual dengan para pelatih dan atlet di lingkup organisasi itu, Jumat (28/8).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Berkonsentrasi Songsong Persaingan di Papua

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tekad bulat dikumandangkan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng dalam menyongsong Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI. Jajaran pengurus, pelatih dan para atlet program Pembinaan Jangka Panjang (PJP) kini berkonsentrasi memburu gelar juara umum pesta olahraga disabilitas terbesar se-Tanah Air pada 2021 mendatang itu.

‘’Kita akan rebut kembali posisi puncak yang sempat lepas pada Peparnas XV/2016 di Jabar. Sinergi antara atlet, pelatih dan pengurus menjadi kunci meraih juara umum Peparnas XVI di Papua 2021,’’ tandas Ketua Umum NPCI Jateng, Osrita Muslim pada pertemuan virtual dengan atlet dan pelatih di lingkupnya, Jumat (28/8).

Karena itu, dia meminta latihan PJP desentralisasi yang kini dilakukan para atlet di daerah masing-masing akibat pandemi Covid-19, intensitasnya mulai ditambah. Jajaran pelatih juga diharapkan meningkatkan program-program latihan yang dilaksanakan para atlet dan monitoring secara daring.

‘’Ada rencana selekda untuk membentuk tim inti Jateng. Jika situasi pandemi segera kondusif mungkin akhir tahun ini. Tapi kalau tidak, selekda akan dilakukan awal tahun depan. Kami segera matangkan rencana itu,’’ tambah Sekretaris NPCI Jateng, Priyano.

Sembilan Cabang

Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Slamet Widodo mengungkapkan, Jateng akan bersaing pada sembilan dari 12 cabang yang digelar pada Peparnas di Papua. Cabang-cabang itu adalah atletik, angkat berat, boccia, bulutangkis, catur, menembak, panahan, renang dan tenis meja.

‘’Cabang judo tuna netra dan tenis lapangan kursi roda tak kami ikuti, karena diperhitungkan tidak menghasilkan emas. Sedangkan sepak bola celebral palsy (CP) sebenarnya bagus, tapi atletnya banyak sehingga cukup berat untuk memberangkatkan ke Peparnas Papua,’’ jelasnya.

Tercatat 146 atlet, serta 28 pelatih dan asisten pelatih yang kini masuk program PJP NPCI Jateng. Bendahara NPCI Jateng Suwarti mengingatkan, agar laporan program dari pelatih dan pelaksanaan latihan oleh atlet, disusun secara baik. Foto dan video latihan juga diperlukan sebagai data pendukung pertanggungjawaban pelaksanaan PJP tersebut.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun