Pengurus Koni Karanganyar Membengkak, Efektifkah ?

koni-karanganyar
SERAHKAN PATAKA : Bupati Juliyatmono menyerahkan pataka pada Ketua Koni Sumarno pada pelantikan Pengurus Koni Kabupaten Karanganyar, Sabtu (29/8). (suaramerdekasolo.com/Valdmir Langgeng)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 59 orang pengurus Koni Karanganyar periode 2020-2024 dilantik oleh Ketua Koni Jawa Tengah Brigjen TNI Subroto di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (29/8). Jumlah itu tiga kali lipat dari pengurus periode sebelumnya.

Sayang, kepengurusan itu banyak diisi birokrat dan para pensiunan. Namun Ketua Koni Karanganyar Sumarno punya alasan. Menurut dia, pengisian personel pengurus itu sudah sesuai AD/ART dan sudah dikonsultasikan pada Koni Provinsi Jateng. Pihaknya juga menjamin, oran-orang yang dipilih menjadi pengurus adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya.

“Saya berharap, prestasi olah raga dalam kepengurusan Koni 2020-2024 ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Karena itu, saya minta dukungan pendanaan dan arahan dari bupati,” kata Sumarno dalam sambutannya, usai dilantik

Ketua Koni Jawa Tengah Brigjen TNI Subroto mengatakan, banyaknya personel pengurus Koni Karanganyar yang mencapai 59 orang itu adalah nomer dua di Jawa Tengah setelah Kota Semarang yang tercatat 65 orang. Pihaknya mendengar, kalau para pengurus itu pilihan Bupati Karanganyar.

“Saya percaya, kalau orang-orang itu pilihan bupati, pasti itu orang-orang pilihan, tidak sembarangan, dan kompeten. Dan kalau nanti tidak bisa kerja, bisa diganti di tengah jalan, karena itu jangan main main,” kata Subroto.

Dengan kepengurusan Koni yang baru, dalam kesempatan itu pihaknya juga mendorong olahraga di Karanganyar bisa berprestasi lebih cepat. Peringkat 29 yang diraih dalam Porprov Jateng yang terakhir bisa ditingkatkan lagi pada peringkat 10 besar atau bahkan lima besar. Itu bisa diraih dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, terutama pemerintah daerah selaku penyedia anggaran.

“Lakukan evaluasi, gali potensi. Bina atlet sejak dini hingga berprestasi, dan jangan lupa pikirkan kesejahteraan mereka kalau sudah berprestasi,” tandasnya.
Bupati Juliyatmono mengatakan, tolak ukur pembinaan olahraga adalah prestasi. Dana dari pemerintah harus dipertanggungjawabkan dengan prestasi oleh Koni. Kalau tidak, pasti rakyat akan bertanya, untuk apa saja dana dari pemerintah.

“Pembinaan olahraga itu harus total, tidak bisa setengah-setengah, kalau setengah-setengah, pasti gagal,” tandasnya.

Selain mendorong pembinaan olahraga berprestasi agar olahraga berprestasi Karanganyar bisa maju dan berkembang serta peringkatnya bisa mencapai 10 besar di Porprov, dalam kesempatan itu Juliyatmono juga menekankan pentingnya olahraga rekreasi, terutama di masa pandemi sekarang ini.

“Tujuannya agar masyarakat tetap sehat dan waras, tidak mudah terserang virus corona. Agar terhindar dari virus corona, kita jangan cuma menunggu datangnya anti virus, tapi berolahragalah secara teratur,” jelas bupati.(Vladimir Langgeng)

Editor : Sri Hartanto