Selekda NPCI Terbuka Bagi Seluruh Atlet Difabel

selekda-npci-terbuka-bagi-seluruh-atlet-difabel
PENJELASAN: Ketua Umum NPCI Jateng Osrita Muslim (tengah) memberi penjelasan kepada para atlet program Pembinaan Jangka Panjang (PJP) di depan velodrome Manahan Solo, sebelum pandemi Covid-19.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jateng Belum Tetapkan Kuota Pelatda Peparnas

SOLO,suaramerdekasolo.com. Seleksi daerah (selekda) guna membentuk tim inti pelatda National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng belum dipastikan waktunya. Namun rencananya, seleksi untuk menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI/2021 di Papua tersebut bersifat terbuka bagi seluruh atlet difabel di lingkup Jateng. Jadi tidak hanya diperuntukkan para atlet yang selama ini masuk dalam program Pembinaan Jangka Panjang (PJP).

‘’Maka para atlet PJP harus benar-benar bersiap diri secara maksimal untuk menghadapi selekda, jangan sampai tersisih oleh atlet non-PJP yang bisa jadi kemampuannya lebih bagus karena berlatih keras,’’ kata Sekretaris NPCI Jateng, Priyano, Senin (31/8).

Dia menambahkan, atlet PJP merupakan kerangka tim untuk menghadapi pesta olahraga disabilitas terbesar di Indonesia itu. Tetapi pada perkembangannya, bisa saja atlet yang tidak serius dan disiplin berlatih sesuai program dari pelatih, performanya menurun. Akibatnya, mereka bisa tersisih dalam persaingan dengan atlet-atlet non-PJP yang giat berlatih, termasuk selama pandemi Covid-19.

Jangan Menyesal

Ketua Umum NPCI Jateng Osrita Muslim menegaskan, seleksi akan digelar cermat untuk mendapat atlet-atlet yang benar-benar punya kemampuan dan keunggulan dalam persaingan. Sebab, target besar bakal diburu yakni merebut kembali gelar juara umum Peparnas XVI/2021.

‘’Jangan ada atlet PJP yang menyesal akibat tersisih, karena tak rajin berlatih sehingga performanya menurun. Sebaliknya, selekda bisa jadi peluang atlet non-PJP untuk masuk tim inti. Sebab yang dicari, alet-atlet yang bisa memenangi persaingan di Peparnas,’’ tandas Osrita.

Saat ini tercatat 174 orang dalam program PJP NPCI Jateng. Mereka terinci atas 146 atlet, serta 28 pelatih dan asisten. Saat selekda, ada kemungkinan jumlahnya menurun, mengingat dana terbatas sementara kebutuhan anggaran untuk transportasi dan akomodasi selama Peparnas di Papua sangat besar. Namun kuota untuk pelatda belum ditetapkan.

‘’Jika situasi pandemi segera kondusif, maka selekda bisa dilakukan akhir tahun ini. Tapi kalau belum menurun, mungkin selekda pada awal tahun 2021,’’ ujar Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) NPCI Jateng Slamet Widodo.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun