Nano Suparno Kembali Pimpin NPCI Karanganyar

nano-suparno-kembali-pimpin-npci-karanganyar
BERDAMPINGAN: Dua kandidat ketua, Parjono (kanan) dan Nano Suparno, duduk berdampingan pada Musorkab NPCI Karanganyar di rumah dinas Bupati Karanganyar, Senin (14/9). Nado terpilih kembali jadi ketua pada forum itu.(suaramerdekasolo.com/Humas NPCI Jateng)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Nano Suparno kembali menakhodai National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Karanganyar untuk masa 2020-2025. Pria yang periode sebelumnya menjadi ketua komite olahraga disabilitas setempat tersebut terpilih lagi dalam musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab) Karanganyar, Senin (14/9).

Pemilihan dilakukan pada sidang yang dipimpin Sekretris NPCI Jateng, Priyano, di pendapa rumah dinas Bupati Karanganyar. Dua kandidat ketua muncul pada musyawarah itu, sehingga dilakukan voting. Nano memastikan diri kembali memegang kemudi NPCI Karanganyar setelah meraih 25 suara, sementara rivalnya Parjono mendapatkan 16 suara.

‘’Alhamdulillah, musorkab berjalan lancar dan demokratis. Saya harap ketua baru tetap amanah dalam memajukan NPCI Karanganyar saya harap dapat lebih meningkatkan prestasi atlet,’’ kata Ketua Umum NPCI Jateng, Osrita Muslim.

Musyawarah tersebut dihadiri para atlet yang bernaung di bawah NPCI Karanganyar. Selain itu, Bupati Juliatmono dan sejumlah kepala dinas terkait, jajaran KONI Karanganyar, serta sejumlah pengurus harian NPCI Jateng juga turut hadir.

Osrita mengungkapkan, selama ini NPCI Karanganyar ikut berperan dalam menyumbang atlet-atlet bagi tim Jateng dalam event kejurnas maupun multievent Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Bahkan beberapa atlet dari daerah tersebut masuk dalam jajaran atlet elite yang membela Indonesia di beberapa ajang olahraga disabilitas internasional, seperti di cabang atletik, bulutangkis dan balap sepeda.

‘’Pembinaan demi memburu prestasi olahraga, serta pembinaan bibit-bibit atlet muda, saya harap dapat lebih ditingkatkan. Demikian juga koordinasi dengan stakeholders agar dapat lebih intensif,’’ tandas Osrita.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun