Sembilan Pesilat Pelatda Jateng Kembali Latihan Bersama

sembilan-pesilat-pelatda-jateng-kembali-latihan-bersama
BERLATIH: Pesilat pelatda Jateng Sapto Purnomo berlatih bersama sejumlah atlet lain dalam desentralisasi di Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Setiap Akhir Pekan Ditempa di Salatiga

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sembilan pesilat terbaik Jateng kembali berlatih bersama dalam tim pelatda Jateng untuk proyeksi PON Papua XX/2021. Mereka belum masuk training camp (TC), tetapi setiap akhir pekan bertemu guna menjalani latihan bersama di Salatiga.

‘’Status pelatda memang belum sentralisasi, tapi masih desentralisasi. Tapi kalau tak segera dimulai latihan lebih intensif, maka akan semakin berat dalam menghadapi persaingan di PON Papua tahun depan,’’ kata pelatih kepala pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur Haryono, Senin (14/9).

Pria asal Solo yang belum sebulan menyandang gelar doktor ilmu olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menambahkan, atlet yang mulai digembleng lagi tanpa meninggalkan protokol kesehatan tersebut merupakan personel-personel yang telah lolos Pra-PON. Mereka adalah Zidni Rahma Amaly (tunggal putri), Sapto Purnomo (tanding kelas E), Nadia Haq Umami Nur Cahyani (kelas B), ketiganya dari Solo, serta Khoirudin Mustakim (Klaten).

Sementara lima lainnya, yakni Faradlillah Rahma Ajeng (Banyumas/kelas F), Dela Kusumawati (kelas C/Kota Tegal), Annas Rais Arni Raihan (Kudus/kelas G), Barata Yuda (Wonosobo/kelas C) dan Triana Ragil Rahmayani (Banjarnegara/ kelas D).

Sabtu-Minggu

Sebenarnya, sembilan pesilat tersebut telah menjalani latihan desentralisasi yang terbagi di Solo dan Semarang sejak awal 2020. Bahkan pada 2019, mereka juga melakoni hal serupa sebelum latihan dipusatkan di Kota Bengawan sebagai persiapan menghadapi Pra-PON kala itu.

Selanjutnya, Indro Catur yang juga staf di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, memboyong awak timnya itu ke Salatiga untuk TC menghadapi PON, pada Maret 2020. Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng Harry Nuryanto, manajer tim Darmadi dan jajaran pelatih lainnya pun hadir pada seremoni awal TC yang sudah memasuki masa pandemi Covid-19 itu. Namun sebulan berjalan, sentralisasi itu dibubarkan karena PON Papua resmi ditunda menjadi 2021.

‘’Kini anak-anak berlatih bersama lagi setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu di Salatiga. Kemampuan fisik, teknik dan strategi bertanding mereka akan dibenahi dan dimatangkan,’’ jelas Catur.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun