Gantolle Intensifkan Mengudara Demi Memompa Performa

gantolle-intensifkan-mengudara-demi-memompa-performa
MENGUDARA: Atlet gantolle Jateng asal Klaten, Isah Iriawan mengudara usai take off dalam latihan di Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jelajahi Venues Telomoyo, Klaten dan Wonogiri

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atlet-atlet gantolle Jateng kian intensif mengudara demi memompa performa. Akhir-akhir ini mereka meningkatkan jadwal latihan bersama, empat-lima kali dalam sepekan. Gunung Telomoyo di wilayah Kebupaten Semarang menjadi lokasi latihan utama sejumlah atlet dari berbagai daerah di Jateng itu, guna berlatih nomor lintas alam atau cross country (XC).

‘’Memang saat ini, arah dan kecepatan angin lebih bersahabat di Telomoyo. Kami berlatih lintas alam dalam jangkauan seputar kawasan udara Salatiga,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Selasa (15/9).

Selain pria yang berasal dari Karanganyar tersebut, sejumlah atlet lain yang biasa latihan bersama di antaranya Sulis Widodo (Solo), Isah Iriawan (Klaten), Supardi (Karanganyar). Selain itu Ayyas Yahya, serta Supriyanto dan Kharisma (Banyumas).

Di Telomoyo, para atlet tersebut take off dari ketinggian 1.894 meter di atas permukaan laut (mdpl). Mereka kemudian terbang serta dengan bantuan termal mengitari kawasan ketinggian Kota Salatiga, Tuntang, serta mendarat di daerah Rawa Pening.

Lokasi Lain

Atlet Solo Sulis Widodo menambahkan, latihan bersama di Telomoyo biasa dilakukan pada Selasa, Rabu dan Kamis. Tak jarang, dia dan rekan-rekannya juga menambah latihan pada hari Sabtu dan Minggu.

‘’Karena tempat take off cukup tinggi dan waktu tempuh untuk mencapainya cukup lama, maka sehari kami hanya bisa berlatih sekali terbang,’’ tuturnya.

Tak hanya di Telomoyo. Para atlet yang sebagian di antaranya masuk dalam kerangka tim Jateng untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX/2021 tersebut juga menjelajahi venues lain untuk berlatih. Atlet Klaten Isah Iriawan mengungkapkan, Sabtu (12/9) lalu, dia dan sejumlah atlet lain juga terbang dari perbukitan di perbatasan Klaten dan Gunungkidul. Kebetulan mereka terbang dalam satu rangkaian kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang digelar jajaran Pemkab setempat.

‘’Cuma hingga siang berlatih di Klaten karena cuaca dan angin kurang mendukung, lalu pada hari itu juga kami langsung geser ke Wonogiri untuk berlatih di kawasan ketinggian Waduk Gajahmungkur,’’ tutur Isah.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun