Pembalap Solo Bidik Lima Besar Duel Tanjakan

sepeda-cindy
MEMACU SEPEDA: Atlet putri Solo, Annisa Destein Cindy Qiawati (tengah) bersama pembalap lain memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyonoa)

*Adu Kebut Boyolali-Cepogo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pembalap Solo, Annisa Destein Cindy Qiawati membidik peringkat lima besar pada lomba di Boyolali, Minggu (20/9). Atlet cewek binaan Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta itu siap bersaing dengan para pembalap lain dalam adu kebut tanjakan Boyolali-Cepogo tersebut.

‘’Saya bertekad menembus podium, meski persaingan nampaknya cukup ketat. Sebab informasinya, banyak peserta dari Jatim, Yogya, Batang dan tuan rumah Boyolali yang bakal ikut turun di kelas women open,’’ kata Cindy, Kamis (17/9).

Dibatalkannya berbagai agenda kejuaraan balap sepeda selama masa pandemi Covid-19 membuat para pembalap kehilangan arena untuk beradu kebut. Hal itu pula yang kemungkinan membuat lomba tanjakan di lereng Gunung Merapi-Merbabu yang didukung Klub KGB Jakarta tersebut diminati banyak peserta, termasuk dari luar Jateng.

Ngeroll

Cindy yang cukup lama tak beradu kebut pun mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi mewujudkan incarannya. Pelajar kelas tiga SMAN 7 Surakarta yang akan membawa nama tim Top Asli Solo itu mengasah kemampuan di jalan raya secara rutin pada pagi hari.

Sementara pada sore hari, peraih medali emas individual time trial (ITT) putri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 tersebut menjaga performa dengan nge-roll di rumahnya. ‘’Jadwal latihan Selasa lalu ke daerah Penggung (Klaten-red), serta Kamis ke arah Boyolali,’’ tutur dia.

Tak hanya itu. Cindy bersama pembalap lain Kota Solo seperti Andrian ‘’Dayat’’ Hidayat dan Shindu Ardiyanto juga sering berlatih ke jalur lain, seperti lereng Gunung Lawu, rute rolling di daerah Wonogiri dan jalur datar ke arah Prambanan. Namun tak semua atlet Kota Bengawan turut bersaing.

Menurut Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot ISSI Surakarta Agus Sadiyanto, Dayat tidak bisa turun karena sedang sakit. Sementara Shindu dilibatkan dalam lomba sebagai salah seorang juri lintasan.

‘’Jadi Cindy turun sendiri di kelompok putri pada lomba tersebut. Tak masalah, karena persiapan dia lumayan baik,’’ ujar Agus.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun