Usia 79 Tahun, Juara Tour de Java 1968 Bersepeda Singgah di Solo

usia-79-tahun-juara-tour-de-java-1968-bersepeda-singgah-di-solo
DI VELODROME MANAHAN: Pembalap veteran juara Tour de Java 1968, Tarwi (tengah) disambut jajaran pengurus KONI dan ISSI Surakarta saat singgah di kompleks velodrome Manahan Solo, Sabtu (19/9).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Tarwi Napak Tilas Rute Surabaya-Jakarta

SOLO,suaramerdekasolo.com. Usia senja, 79 tahun, tak menyurutkan tekad Tarwi bersepeda sendirian untuk napak tilas rute Surabaya-Jakarta, sejauh lebih-kurang 1.100 km. Juara balap sepeda Tour de Jawa 1968 itu menyempatkan diri singgah di velodrome kompleks Stadion Manahan Solo, Sabtu (19/9).

‘’Saya ingin gugah semangat atlet-atlet muda agar lebih gigih berlatih demi prestasi. Momentumnya rangkaian Haornas 2020. Singgah ke Solo, karena saya punya banyak kenangan balap sepeda di kota ini,’’ kata Tarwi, saat finish stage 3 di Manahan.

Dia yang dikawal sang istri, Asmani beserta anak-anak dan cucunya itu disambut sejumlah pembalap veteran Solo Raya, jajaran KONI dan Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta. Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono, serta Ketua Harian dan Penasihat Pengkot ISSI Surakarta, Supardi dan Paulus Kristono, terlihat di antara penyambut.

‘’Tahun 1998, saya melatih tim ISSI Jateng untuk Tour de ISSI, serta melatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di Solo. Maka saya akrab dengan kalangan balap sepeda di sini,’’ tutur peraih sejumlah medali emas arena PON 1969, 1973 dan 1977 itu.

Total di Balap Sepeda

(suaramerdekasolo.com/setyo wilyono)

Mantan pembalap Solo, Kuslan (74) menyebut Tarwi sebagai pria yang memang benar-benar total dalam balap sepeda, baik sebagai atlet maupun pelatih. Hal senada diungkapkan Paulus Kristono.

‘’Waktu 1998, saya masih menjadi Ketua Pengkot ISSI Surakarta. Sehingga sering berdiskusi dengan Pak Tarwi untuk pembinaan pembalap, termasuk di PPLP Jateng,’’ ujar Paulus.

Mengawali napak tilasnya dari kampus Universitas Negeri Surabaya (Unnesa) pada Kamis (17/9), Tarwi yang dikawal pelatih nasional Puspita Mustika Adya, finish stage pertama di Rembang setelah menempuh jarak sekitar 210 km. Stage kedua, Rembang-Semarang sejauh lebih-kurang 138 km dijalaninya Jumat (18/9). Sedangkan stage ketiga, Semarang-Solo sejauh lebih kurang 120 km, Sabtu (19/9).

‘’Sejauh ini, tidak ada kendala di perjalanan. Bahkan banyak teman-teman sepeda yang turut ngawal bergantian. Saya akan istirahat sehari (20/9) di Yogyakarta. Lalu melanjutkan rute Yogyakarta-Purwokerto (170 km), Purwokerto-Cirebon (147 km), Cirebon-Bandung (136 km),’’ jelas pria yang melatih Tonton Susanto untuk meraih medali emas pada SEA Games 1996 di Jakarta itu..

Istirahat sehari (24/9) di Bandung, selanjutnya dia akan meneruskan Bandung-Sukabumi (95 km), serta terakhir Sukabumi-Jakarta (115 km). ‘’Ada dua kemungkinan, finish di velodrome Rawamangun atau Senayan. Lagi pula sekarang Jakarta baru PSBB karena Covid-19, sehingga belum tahu boleh masuk atau tidak,’’ ungkap Tarwi.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun