Sterilkan Hotel, 35 Atlet Pelatnas NPCI Bakal TC di Solo Mulai 1 Oktober

Sterilkan-hotel-35-atlet-pelatnas-npci-bakal-tc-di-solo-mulai-1-oktober
BERI PENJELASAN: Wakil Sekjen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Rima Ferdianto memberikan penjelasan kepada pers didampingi pengurus lain, Heri ‘’Gogor’’ Isranto di Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, Rabu (23/9).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Menuju Paralympic Games Tokyo

SOLO, suaramerdekasolo.com. Tiga puluh lima atlet pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NCPI) bakal mulai menjalani training camp (TC) di Solo, mulai 1 Oktober mendatang. Mereka yang berasal dari delapan cabang olahraga tersebut bakal dikawal 23 pelatih dan delapan manajer.

‘’Tiga puluh lima atlet yang akan menjalani pelatnas offline itu khusus disiapkan untuk menghadapi Paralympic Games di Tokyo yang rencananya digelar pada 24 Agustus-6 September 2021,’’ kata Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto kepada pers di Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres Solo, Rabu (23/9).

Rima yang didampingi pengurus lain, Heri ‘’Gogor’’ Isranto mengungkapkan, selama ini terdapat 369 atlet difabel yang menjalani pelatnas jarak jauh secara daring. Selain 35 atlet proyeksi Paralympic Tokyo, 269 lainnya merupakan atlet pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Vietnam 2021.

Memburu Tiket

Para atlet yang akan menjalani TC tersebut berbasis cabang olahraga renang, tenis meja, atletik, angkat berat, balap sepeda, menembak, bulutangkis dan panahan.

‘’Kami rancang TC, karena selama pelatnas online banyak atlet yang susah menjaga performa karena kendala venues dan keterbatasan fasilitas. Padahal dari 35 atlet itu, 10 orang sudah mendapat tiket dan 25 di antaranya masih harus memburu poin menuju Paralympic Tokyo mulai awal tahun 2021,’’ jelas Rima.

Guna mempersiapkan pelatnas offline itu, pihaknya akan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat mengingat saat ini masa pandemi Covid-19. Seluruh atlet yang dipanggil harus menjalani rapid tes sebelum berangkat dari daerahnya, serta akan di swab saat tiba di Solo. Selanjutnya hotel tempat menginap akan disterilkan, termasuk dari tamu-tamu lain.

‘’Kami akan cari satu hotel untuk menginap para atlet, pelatih dan manajer. Tak ada pengunjung lain, bahkan driver dan kru hotel juga akan dites rapid demi mengantisipasi serangan virus,’’ tandasnya.

Tak hanya itu. NPCI juga sudah mendapatkan tempat-tempat yang bisa disterilkan untuk berlatih para atletnya. Penyemprotan disenfektan akan dilakukan setiap saat, serta tes swab dilakukan secara rutin setiap bulan.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun