15 Atlet Genggam Tiket ke Tokyo 2021, Bulutangkis Terbanyak

15-atlet-genggam-tiket-ke-tokyo-2021-terbanyak-bulutangkis
KEMBALIKAN SHUTTLE COCK: Pebulutangkis Leani Ratri Oktila mengembalikan shuttle cock dalam pemusatan latihan di kawasan Solo Baru.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*NPCI Siapkan 10 Atlet Lain Menuju Paralympic Games

SOLO,suaramerdekasolo.com. Lima belas atlet telah menggenggam tiket untuk bersaing pada Paralympic Games 2021 di Tokyo, Jepang. Sepuluh atlet lainnya kini sedang disiapkan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) agar bisa turut bertarung pada pesta olahraga disabilitas terbesar sejagat tersebut.

Total 35 atlet dijadwalkan memulai pelatnas offline dalam training camp di Solo, mulai Kamis (1/10), guna menghadapi Paralympic yang pelaksanaannya diundur setahun dari rencana semula 2020, akibat pandemi Covid-19.

‘’Cabang yang paling banyak meloloskan atletnya hingga saat ini yakni bulutangkis, enam orang. Enam pebulutangkis itu telah memastikan tiket menuju Tokyo,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto, Selasa(29/9).

Atlet-atlet bulutangkis tersebut adalah Dheva Anrimusthi, Hary Susanto, Fredy Setiawan, Ukun Rukaendi, Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sa’diyah. Seorang pebulutangkis lain, Suryo Nugroho, juga punya kans menyusul rekan-rekannya untuk mendapatkan tiket Paralympic.

TC di Solo

Selain bulutangkis, menurut Rima, sembilan atlet dari beberapa cabang olahraga lain juga telah lolos. Mereka adalah petenis meja Dian David Mickael Jacobs dan Komet Akbar, atlet atletik Saptoyoga Purnomo dan Karisma Evi Tiarani, serta duet petembak Jateng Bolo Triyanto dan Hanik Puji Astuti.

‘’Lifter Ni Nengah Widiasih, perenang Syuci Indriani dan pembalap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin juga telah meraih tiket Paralympic Tokyo,’’ jelas Rima Ferdianto.

Dia menambahkan, para atlet yang telah lolos tersebut bakal menjalani TC di Kota Bengawan yang akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Bersama sepuluh atlet yang masih berjuang memburu tiket, mereka diharapkan dapat memulihkan kembali performanya selama pemusatan latihan itu.

‘’Bagi para atlet yang belum lolos, masih ada kesempatan untuk memburu poin menuju Paralympic pada beberapa kejuaraan internasional mendatang. Namun agenda kejuaraan road to Tokyo itu baru akan diagendakan awal tahun depan,’’ ungkap Rima.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun