Enam Pesilat Jateng Dipanggil ke Pelatnas Proyeksi SEA Games 2021

enam-pesilat-jateng-dipanggil-ke-pelatnas-proyeksi-sea-games-2021
BERI ARAHAN: Pelatih Indro Catur (dua dari kanan) memberikan arahan kepada awak tim pelatda pencak silat Jateng di Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jumat, 30 Pesilat Diminta Merapat ke TMII

SOLO,suaramerdekasolo.com. Enam pesilat Jateng dipanggil untuk masuk ke pelatnas proyeksi SEA Games Vietnam 2021. Mereka bersama 24 pesilat dari berbagai daerah lain di Indonesia diminta merapat ke lokasi training camp (TC) di Padepokan Silat kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Jumat (2/10).

‘’Enam pesilat dari Jateng tersebut merupakan yang paling banyak dibandingkan jumlah atlet dari provinsi-provinsi lain. Tentu pelaksanaan TC nanti dengan protokol ketat kesehatan,’’ kata pelatih pelatnas pencak silat, Indro Catur Haryono di Solo, Kamis (1/10).

Doktor olahraga alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga pengurus Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng itu memerinci, terdapat dua atlet putra dan empat putri yang berasal dari provinsi itu. Mereka adalah Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya dari Kota Semarang yang diplot tarung di kelas F dan Faris Arman Sad (Solo/kelas I). Sementara di kelompok putri yakni Kurnia Fatma Amanah (Banyumas/A), Safira Dwi Meilani (Kudus/B), Ativa Fismawati (Kota Tegal/C), serta Zidni Rahma Amaly (kelas terbuka).

Atlet Non-PON

Catur mengungkapkan, para pesilat yang dipanggil untuk mengikuti TC pelatnas jangka panjang itu merupakan para atlet non-PON. Kendati demikian, mereka adalah pesilat-pesilat potensial dan para juara pada beberapa event nasional maupun internasional, seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), Pekan Olaharaga Mahasiswa Nasional (Pomnas) serta Asian Beach Games.

‘’Kalau dari awal diambil dari atlet-atlet senior yang masuk tim PON, kemungkinan besar IPSI di masing-masing provinsi yang sedang menggembleng atlet-atletnya itu juga tidak memperbolehkan,’’ ujar pria 50 tahun asal Solo itu.

Sebab, jeda antara PON Papua 2021 dan SEA Games Vietnam 2021 diperhitungkan hanya selisih tiga pekan, lebih dulu PON. Dengan demikian, atlet terutama untuk nomor-nomor tanding yang telah turun di arena PON juga berpotensi rawan cedera.

‘’Namun setting itu bisa saja berubah, jika para atlet muda yang masuk pelatnas ternyata tidak ada peningkatan kemampuan signifikan saat diturunkan di beberapa single event, sebelum SEA Games,’’ tutur Indro Catur.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun