Dirancang, Tes Prestasi bagi Atlet-Atlet Difabel Kota Solo

dirancang-tes-prestasi-bagi-atlet-atlet-difabel-kota-solo
BERLATIH: Perenang Solo Erika Kurnia Sari berlatih dalam pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di kolam renang Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan, Kartasura, beberapa waktu lalu.(sms.com/wy)

*Rangkaian Pembinaan NPCI Surakarta

SOLO, suaramerdeka.com. Kemampuan diri atlet-atlet difable dari berbagai cabang olahraga di Solo, bakal dites. Agenda tersebut akan dilaksanakan dalam kemasan tes prestasi yang kini dirancang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta.

‘’Pelaksanaannya sederhana, mungkin pada bulan depan. Tidak digelar besar-besaran, tapi yang penting catatan waktu atau catatan prestasi para atlet dapat direkam,’’ kata Ketua Umum NPCI Surakarta, Bangun Sugito, Minggu (11/10).

Beberapa cabang olahraga unggulan tim Kota Bengawan masuk daftar rencana tes prestasi yang digelar dalam rangkaian pembinaan atlet di lingkup otorita olahraga disabilitas Solo itu. Cabang itu di antaranya renang, atletik, tenis meja, catur, bulutangkis dan boccia. Mengingat situasi pandemi Covid-19, maka kegiatan itu akan dilaksanakan menggunakan protokol ketat kesehatan.

‘’Pelaksanaan tes satu cabang, mungkin sehari rampung. Tak berbarengan seperti Pekan Paralimpik Kota (Peparkot) atau Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov). Simpel saja, yang penting esensinya tercapai,’’ jelasnya.

Gudang Atlet

Selama ini, NPCI Surakarta menjadi salah satu gudang atlet bagi tim Jateng dalam event-event olahraga, terutama Peparnas dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Pepapernas). Tak hanya itu. Sederet atlet dari Solo juga sering menghuni pelatnas NPCI untuk menghadapi berbagai ajang internasional. Kontingen Kota Bengawan pun selalu menjadi juara umum pada pesta olahraga disabilitas di Jateng.

‘’Maka ke depan kami akan terus berusaha menjadi tim terbaik, meski perkembangan daerah lain sebagai pesaing cukup pesat, terutama Cilacap,’’ ujar Sugito yang merupakan mantan atlet renang dan atletik tersebut.

Pria yang berkali-kali masuk jajaran pelatih pelatnas tenis meja NPCI tersebut menambahkan, tes prestasi dibutuhkan agar kemampuan para atlet bisa tetap diukur, meski saat ini berbagai kejuaraan tidak digelar karena pandemi.
‘’Jangan sampai atlet menghadapi kejenuhan karena hanya berlatih tanpa ada kompetisi. Nah, tes prestasi nanti bisa jadi semacam kompetisi di antara mereka, tapi dalam bentuk sederhana,’’ tutur dia.(wy)

Editor: Sarmun