Boyolali dan Klaten Menjadi Rute Latihan Awal Pelatnas Paracycling

boyolali-dan-klaten-menjadi-rute-latihan-awal-pelatnas-paracycling
BERCAKAP: Pembalap pelatnas paracycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Muhammad Fadli Imammuddin (kiri) bercakap sejenak dengan Marthin Losu, saat berlatih di jalur Solo-Boyolali.(sms.com/wy)

*Persiapan Hadapi Paralympic Tokyo 2021

SOLO,suaramerdekasolo.com. Jalur jalan raya seputar Solo-Boyolali dan Solo-Klaten menjadi rute latihan-latihan awal para pembalap pelatnas paracycling yang menjalani training camp (TC) di Solo, sejak 1 Oktober lalu. Jalur itu sekaligus dimanfaatkan sebagai pendahuluan pemulihan kondisi fisik atlet-atlet balap sepeda National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut.

‘’Enam bulan lebih mereka berlatih sendiri. Meski diberi program dan dipantau secara daring, tentu kemampuannya berbeda dibandingkan dengan latihan terpusat. Maka rute jalan raya Solo-Boyolali atau Klaten itu jadi awal latihan ringan dulu,’’ kata koordinator sekaligus pelatih pelatnas paracycling NPCI, Fadilah Umar, Rabu (14/10).

Dia menjelaskan, selama lebih dari sepekan, pembalap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin yang masuk klasifikasi disabilitas C4 dan Marthin Losu (C5), berlatih di jalan raya dan program ergo statis di kompleks penginapan pada sebuah hotel di Solo. Bersama 33 atlet pelatnas dari tujuh cabang lainnya, keduanya disiapkan untuk memburu poin guna menuju Paralympic Tokyo 2021.

Batasi Ruang Gerak

Mengingat sekarang masa pandemi Covid-19,total 35 atlet NPCI yang mengikuti TC harus menjalani protokol kesehatan secara ketat. Seluruh atlet, jajaran pelatih dan ofisial, serta kru penginapan wajib dites swab, Senin (12/10).

‘’Alhamdulillah, hasilnya seluruh atlet, pelatih, ofisial dan kru hotel tempat menginap, semuanya negatif Covid-19. Swab akan diterapkan secara berkala setiap bulan, selama pelatnas Paralympic Tokyo,’’ jelas Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto.

Mengingat situasi pandemi itu pula, jajaran pelatih paracycling telah merancang program latihan yang lebih membatasi ruang gerak terbuka. Menurut Fadilah Umar, mulai pekan depan latihan adu kebut di jalan raya atau road race, dijadwalkan hanya berlangsung dua hari selama sepekan.

‘’Selanjutnya, dua hari anak-anak berlatih menggunakan peralatan statis di kompleks hotel, serta dua hari lainnya meningkatkan kecepatan di velodrome Manahan,’’ tutur Umar.(wy)

Editor: Sarmun