Memenangi Semua Babak, Pecatur Markus Teratas

memenangi-semua-babak-pecatur-markus-teratas
BERTARUNG: Para pecatur National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta saling bertarung pada tes prestasi atlet yang digelar di sekretariat komite itu, Minggu (1/11).(sms.com/wy)

*Tes Prestasi Atlet NPCI Surakarta

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pecatur tunanetra Markus Andreas Eri Praditia menempati peringkat teratas pada tes prestasi atlet yang diselenggarakan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta, Minggu (1/11). Sembilan atlet saling bersaing pada ajang yang digelar di sekretariat otorita olahraga disabilitas Kota Bengawan di kawasan Bibis Baru, Banjarsari, Solo itu.

‘’Markus mengumpulkan skor lima poin, setelah memenangi semua pertandingan dalam lima babak yang digelar menggunakan sistem Swis,’’ kata ketua panitia cabang catur, Tedy Wiharto.

Sementara itu peringkat dua ditempati dua pecatur yang mengumpulkan poin sama. Imam Makruf dan Wahyu Setiawan sama-sama mengantongi nilai 3,5 poin. Urutan empat dan lima diisi Wachid Noer Hidayah dan Faizal Mustofa. Satu-satunya atlet peserta perempuan, Anisa Wulandari berada di peringkat enam poin. Posisinya dibuntuti Yahya Ardhiansah, Bayu Sadewo dan Lionel Ramadhan.

Antusias

Tedy yang juga pelatih pelatnas catur NPCI mengungkapkan, kemampuan para pecatur Solo tersebut terus menunjukkan peningkatan. Dia juga menyebut, atlet-atlet sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan secara sederhana dan terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan itu.

‘’Seluruh peserta merupakan pecatur-percatur muda yang potensial. Kalau tes prestasi seperti ini dijadwalkan rutin, paling tidak dilakukan setiap tahun, maka sangat bermanfaat guna lebih mengasah kemampuan bertanding para atlet,’’ tambah Tedy.

Sekretaris NPCI Surakarta Tri Hersepti mendampingi Ketua Umum Bangun Sugito menjelaskan, tes prestasi atlet catur merupakan bagian dari tes prestasi delapan cabang olahraga disabilitas lainnya. Sebenarnya, kegiatan itu awalnya dikemas dalam bentuk kejuaraan tingkat kota (kejurkot).

‘’Jika kemasannya kejurkot NPCI, tentu antusias peserta semakin tinggi. Namun karena saat ini pandemi Covid-19, maka bentuknya disederhanakan agar tidak menimbulkan kerumunan,’’ jelas Sugito.(wy)

Editor: Sarmun