Wawan Petenis Meja Terbaik Nonpelatnas pada Tes Prestasi NPCI Surakarta

wawan-petenis-meja-terbaik-nonpelatnas-pada-simulasi-tes-prestasi-npci-surakarta
KEMBALIKAN BOLA: Petenis meja Wawan Widiantoro (kiri) mengembalikan bola ke arah Deny Manuhutu pada tes prestasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta di markas PTM Sorteg, Bibis Baru Solo, Jumat (6/11).(sms.com/wy)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Petenis meja Wawan Widiantoro menjadi atlet nonpelatnas terbaik pada simulasi tes prestasi yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta, Jumat (6/11). Wawan menempati peringkat pertama setelah secara head to head menang 3-0 (11-2, 11-7 dan 11-6) atas Deny Manuhutu pada duel di markas Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Sorteg Solo di kawasan Bibis Baru.

‘’Performa Wawan yang masuk kelas disabilitas TT9 masih terjaga secara baik, meski Deny (TT8) juga memberikan perlawanan maksimal,’’ kata Ketua Umum NPCI Surakarta, Bangun Sugito.

Lima petenis meja dengan kelas berbeda, bertarung dalam simulasi nonatlet pelatnas itu. Deny yang berada di posisi dua pada laga bersistem round robin tersebut, disusul Abdul Latif (TT7) di urutan tiga, serta Fernando (TT10) dan Andry Budi Santoso (TT5).

‘’Secara umum, para atlet menunjukkan kemampuan yang semakin meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa mereka tetap rajin berlatih, meski dalam masa pandemi Covid-19,’’ tutur panpel Suwarno, didampingi wasit Purwanto.

Tempat Terpisah

Empat petenis meja lain NPCI Surakarta melakukan simulasi tes secara terpisah, yakni di Hartono Trade Center (HTC) kawasan Solo Baru. Mereka adalah Suwarti dan Ana Widiasari yang kini bergembleng intensif dalam training camp (TC) untuk memburu tiket menuju Paralympic Tokyo 2021. Selain itu eks atlet pelatnas Osrita Muslim dan Sefrianto yang juga bersiap menghadapi ASEAN Para Games 2021.

‘’Empat atlet tersebut selama ini berlatih di tempat pelatnas yang steril dari atlet lain, demi mengantisipasi kemungkinan pandemi Covid-19,’’ jelas Sugito.

Dia menambahkan, kemampuan para atlet yang menempa diri tempat pelatnas tersebut dipastikan meningkat, mengingat porsi latihan yang mereka jalani lebih intensif. Kendati demikian, pihaknya terus memantau perkembangan performanya.

‘’Berkait simulasi atlet yang di HTC, saya akan koordinasi dengan jajaran pelatih pelatnas. Tapi saya yakin, performa mereka pasti semakin bagus,’’ ujar Sugito.(wy)

Editor: Sarmun