Supriyatno Dijagokan Bela Tim Panahan NPCI Jateng

supriyatno-dijagokan-bela-tim-panahan-npci-jateng
KONSENTRASI: Atlet panahan Supriyatno (tengah) berkonsentrasi membidik target dalam tes prestasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta di lapangan BBRSPDF Prof Soeharso, pekan lalu.(sms.com/wy)

*Persiapan Hadapi Peparnas Papua 2021

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atlet difabel panahan Solo, Supriyatno dijagokan kembali membela tim Jateng pada Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua XX/2021. Atlet binaan Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta tersebut diharapkan dapat merebut lagi medali seperti prestasinya dalam pesta olahraga disabilitas empat tahunan di Jabar pada 2016 silam.

‘’Informasinya, pada awal 2020 nanti akan diadakan selekda atlet yang digelar NPCI Jateng untuk menghadapi Peparnas. Saya yakin, Supri bisa kembali menghuni tim inti,’’ kata Ketua Umum NPCI Surakarta, Bangun Sugito, Kamis (12/11).

Selekda tersebut, lanjut dia, bakal dilaksanakan setelah seleknas yang digelar NPCI Pusat dalam rangka membentuk tim untuk menyongsong ASEAN Para Games (APG) Vietnam 2021. Menurutnya, ada kemungkinan Supriyatno juga terpantau dan mendapat panggilan untuk mengikuti seleknas.

‘’Ya, mudah-mudahan saja dia turut dipanggil, meski persaingan di level nasional sangat ketat,’’ ujar Sugito.

Progres Positif

Performa Supriyatno menunjukkan progres positif, meski dia harus berlatih secara mandiri di tengah pandemi Covid-19. Latihan keseharian yang dia jalani membuat bidikan mata panahnya kian tajam mencapai sasaran.

Hal tersebut terlihat pada hasil tes prestasi atlet panahan NPCI Surakarta di lapangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) atau dikenal sebagai RC Prof Dr Soeharso Solo, pekan lalu.

‘’Pada sesi pertama tes, skor saya 284 poin. Nilai tersebut semakin baik pada tes sesi kedua, yakni 297 poin,’’ ungkap Supriyatno.

Padahal dalam latihan keseharian sebelumnya, skor dia rata-rata di bawah 280 poin. Nilai tersebut diperhitungkan dari tembakan 36 anak panah dalam satu sesi. Dia yakin, skor itu dapat terus didongkrak saat dilakukan semacam training camp (TC) untuk menghadapi suatu event, seperti Peparnas.

‘’Kalau di Peparnas dulu, skor bisa mencapai 320-an poin. Mudah-mudahan ke depan dapat lebih meningkat,’’ tuturnya.(wy)

Editor: Sarmun