Skor Bidikan Hanik Stabil, Ratmini Fokus ke Nomor Standing

skor-bidikan-hanik-stabil-ratmini-fokus-ke-nomor-standing
HELA NAFAS: Petembak pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Hanik Puji Astuti menghela nafas sebelum berkonsentrasi membidik target pada lomba virtual Sriwijaya Shooting Festival.(sms.com/wy)

*Uji Coba Tim Pelatnas Menembak NPCI

SOLO,suaramerdekasolo.com. Petembak putri Hanik Puji Astuti menunjukkan performanya yang stabil. Atlet pelatnas menembak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut mencatatkan skor 594 poin di nomor air rifle 10 meter standing pada hari kedua (Jumat, 20/11) lomba menembak virtual Sriwijaya Shooting Festival 2020.

‘’Skor 594 poin dari tembakan 60 butir peluru merupakan catatan stabil Hanik. Tapi kemampuan dia akan terus ditingkatkan pada training camp (TC) pelatnas,’’ kata pelatih pelatnas menembak NPCI, Saridi yang turut mengawal atlet-atletnya berlomba virtual di Hartono Trade Center Solo Baru.

Hanik yang bernaung di bawah NPCI Surakarta merupakan petembak dengan klasifikasi difabilitas SH1. Dia diperhitungkan meraih tiket menuju Paralympic Games Tokyo 2021, setelah lolos minimum qualifications score (MQS) pada kejuaraan dunia World Shooting Para Sport 2019 di Sydney Australia. Pada ajang itu, Hanik berada di peringkat 13 dengan skor 608 poin (penilaian sistem SIUS).

Fokus Standing

Atlet putri asal NPCI Sragen Ratmini juga tampil di arena lomba virtual Sriwijaya Shooting Festival. Petembak klasifikasi SH2 itu turun di nomor air rifle 10 meter dengan asumsi kelas standing. Biasanya, dia turun di nomor sama namun untuk kelas prone dengan catatan rata-rata 594 poin.

‘’Ratmini mengemas skor 581 poin untuk kelas standing. Saya memang mulai fokuskan dia untuk mengasah kemampuan standing, karena peluangnya cukup terbuka untuk memburu poin menuju Paralympic Tokyo,’’ jelas Saridi.

Pria yang juga prajurit Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura tersebut mengungkapkan, kejuaraan yang digelar Pengprov Perbakin Sumsel bekerja sama dengan PB Perbakin itu menjadi ajang uji coba bagi para atlet pelatnas proyeksi Paralympic Games Tokyo 2021. Karena uji coba, maka status atlet-atlet NPC merupakan peserta ekshibisi.

‘’Peringkatnya dihitung, tapi tidak mendapatkan medali. Bolo Triyanto yang sudah turun lomba, Kamis (19/11), mengemas 600 poin dan berada di peringkat pertama. Tapi dia tidak mendapatkan medali emas,’’ ujar Saridi.(wy)

Editor: Sarmun