Petembak Pelatnas NPCI Bakal Kembali Adu Jitu di Jateng Open

petembak-pelatnas-npci-kembali-adu-jitu-di-jateng-open
ARAHAN: Pelatih pelatnas menembak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Saridi memberikan arahan teknis kepada Hanik Puji Astuti dalam training camp di Hartono Trade Center Solo Baru.(sms.com/wy)

*Rangkaian Uji Coba Hadapi Paralympic Tokyo 2021

SOLO,suaramerdekasolo.com. Empat petembak pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) bakal kembali beradu jitu pada Kejuaraan Virtual Menembak Jateng Open 2020. Keempatnya, atlet NPCI Surakarta Hanik Puji Astuti, atlet Sragen Bolo Triyanto dan Ratmini, serta atlet NPCI Papua Ahmad Ridwan tengah bersiap menghadapi seri ke empat atau seri terakhir kejuaraan yang digelar 12-13 Desember mendatang itu.

‘’Saat ini, para atlet menjalani latihan rutin seperti biasa dalam training camp (TC) di Solo. Mereka terus berusaha meningkatkan konsentrasi demi memperbaiki ketajaman bidikan,’’ kata pelatih pelatnas menembak NPCI, Saridi, Selasa (1/12).

Bolo yang masuk klasifikasi disabilitas SH2 akan turun di nomor 10 meter air rifle. Demikian juga Hanik (SH1) dan Ratmini (SH2). Sedangkan Ahmad Ridwal bakal bersaing di nomor 10 meter air pistol.

‘’Kemampuan secara teknis dan mental berlomba mereka, secara keseluruhan tetap terjaga. Namun tentu kami ingin berusaha agar para atlet itu lebih sempurna performanya,’’ tutur Saridi yang juga anggota Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura itu.

Ekshibishi

Dua petembak, Hanik dan Ridwal telah mengikuti kejuaraan terbuka yang diselenggarakan Pengprov Perbakin Jateng bekerja sama dengan PB Perbakin itu, sejak seri pertama. Sedangkan Bolo dan Ratmini mulai diturunkan sejak seri ketiga, Oktober lalu.

‘’Pada seri ketiga, alhamdulillah saya berada di peringkat pertama dengan skor 600 poin dari 60 tembakan. Pada seri terakhir nanti, saya akan berusaha bertahan di posisi terbaik,’’ tutur Bolo.

Kendati berada di peringkat pertama, namun status para atlet pelatnas NPCI di ajang tersebut adalah ekshibishi. Artinya, mereka tidak turut memperebutkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Pun demikian ketika mereka mengikuti kejuaraan virtual Sriwijaya Shooting Festival 2020, November lalu.

Pada ajang yang digelar Perbakin Sumsel tersebut, Bolo dan Hanik tampil bagus dan menempati podium, namun posisi mereka tidak diperhitungkan sebagai juara. ‘’Tak masalah, karena ajang itu sebagai uji coba. Sebab, sasaran utama kami adalah bersaing pada Paralympic Games Tokyo 2020,’’ tandas Saridi.(wy)

Editor: Sarmun