Teknik Lepas Landas Towing Gantolle Jateng akan Ditingkatkan

teknik-lepas-landas-gantolle-jateng-akan-ditingkatkan
TERBANG: Seorang atlet gantolle Jateng terbang alam latihan di kawasan ketinggian perbukitan Telomoyo, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu.(sms.com/wy)

*Rangkaian Persiapan PON, Try In di Bandara Ngloram

SOLO,suaramerdekasolo.com. Teknik lepas landas para atlet gantolle Jateng saat start terbang dari landasan pacu, bakal terus ditingkatkan. Sebab, ada kemungkinan kompetisi olahraga dirgantara tersebut akan digelar dengan sistem aero towing atau static towing pada PON XX/2021 di Papua.

‘’Pada PON Papua mendatang, kemungkinan start terbang gantolle menggunakan towing. Maka kemampuan terbang rekan-rekan atlet akan terus kami tingkatkan,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, ‘’Stik’’ Susetyoko, Minggu (13/12).

Kurang bagusnya teknik terbang sebagian atlet tersebut dalam try in tim Jateng di Bandara Ngloram Cepu, Blora, pada 23-29 November lalu. Kegiatan selama sepekan itu diikuti 16 atlet dari berbagai daerah di Jateng, antara lain Solo, Karanganyar, Klaten, Banyumas, Grobogan dan Kota Salatiga. Selama bersaing dalam latihan bersama, mereka menggunakan sistem static towing.

‘’Teknik lepas landas para atlet belum seluruhnya bagus saat try in. Jadi perlu terus dimatangkan,’’ jelas Stik yang juga atlet gantolle dari Karanganyar tersebut.

Spot Landing

Selama mengasah kemampuan dan adu performa internal di Ngloram, para atlet tersebut khusus terbang untuk nomor spot landing atau ketepatan mendarat. Sebab, static towing memang tidak bisa digunakan untuk menarik gantolle hingga cukup tinggi sebelum dilepas dari talinya.

‘’Ketinggian hingga dirilis dari alat towingnya paling sekitar 150-200 meter. Karena itu, terbangnya tidak bisa tinggi, sehingga memang lebih tepat untuk mengasah kemampuan spot landing,’’ ujar dia.

Beda dengan start terbang dari launching ramp yang biasa dilakukan dari puncak atau lereng perbukitan. Jika lepas landas dari tebing, biasanya gantolle dapat lebih lama mengudara. Karena selain tempat peluncurannya lebih tinggi, geothermal di kawasan perbukitan biasanya juga lebih besar.

‘’Jika dari gunung, biasanya terutama untuk nomor terbang lintas alam atau cross country (xc), baik XC terbatas maupun XC terbuka,’’ jelas Stik.(wy)

Editor: Sarmun