Seleksi Sepatu Roda, Satu Klub Maksimal Delapan Atlet

seleksi-sepatu-roda-satu-klub-maksimal-delapan-atlet
ASAH KEMAMPUAN: Sejumlah atlet pelajar sepatu roda mengasah kemampuanya dalam latihan di selasar velodrome Manahan Solo.(sms.com/wy)

*Persiapan Solo Hadapi Popda Jateng 2021

SOLO,suaramerdekasolo.com. Puluhan atlet sepatu roda bakal bersaing untuk memperkuat tim Solo dalam menghadapi Pekan Olaharaga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2021. Namun persaingan dalam seleksi yang digelar di selasar velodrome Manahan Surakarta, Sabtu (19/12) pagi, dibatasi pesertanya demi antisipasi penyebaran Covid-19.

‘’Satu klub maksimal boleh mengirim delapan atlet, dengan rincian empat putra dan empat putri. Hal itu demi menghindari kerumunan orang dalam jumlah banyak,’’ kata Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Surakarta, Herman Budiono, Kamis (17/12).

Dengan demikian, masing-masing klub akan menyaring atlet-atlet terbaiknya guna mengikuti seleksi tersebut. Di Solo, terdapat lima klub sepatu roda yang biasa berlatih bergantian dengan meminjam selasar velodrome Manahan. Klub-klub tersebut adalah Rogliss, Boskresero, Viper, Star dan Fighter.

‘’Jadi mungkin setiap klub melakukan seleksi internal untuk menentukan atletnya yang akan dikirim mengikuti seleksi masuk tim Solo,’’ tutur Herman yang juga pelatih tim sepatu roda Popda Surakarta.

Diperkirakan Ketat

Jika kuota peserta dari setiap klub terpenuhi, maka akan terdapat dua puluh atlet putra dan 20 putri yang bakal bersaing. Perebut slot untuk masuk dalam tim sepatu roda Kota Bengawan juga diprediksi semakin ketat. Sebab, kuota bagi pesepatu roda tim Surakarta pada Popda mendatang sejumlah empat atlet putra dan empat putri.

‘’Tentu akan dijaring atlet-atlet terbaik Solo dalam seleksi nanti, karena pertarungan perebutan gelar pada Popda Jateng mendatang juga sudah pasti berlangsung sengit,’’ tandas Herman.

Sama halnya cabang-cabang olahraga lain, atlet sepatu roda pada Popda yang rencananya digelar di Semarang, 7-10 April mendatang. Pun tidak ada persaingan yang terpilah dalam level SD, SMP dan SMA sebagaimana Popda periode sebelumnya.

‘’Jadi peserta seleksi nanti campuran atlet pelajar SD, SMP dan SMA, dengan batasan usia kelahiran maksimal 2003 serta tidak pelajar kelas tiga SMA tidak diperbolehkan bersaing,’’ jelas dia.(wy)

Editor: Sarmun