Gantolle Jateng Rancang Latihan Terbang Pembuka Tahun 2021 di Parangtritis

gantolle-jateng-rancang-latihan-pembuka-tahun-2021-di-parangtritis
TERBANG: Seorang atlet gantolle Jateng terbang dalam latihan di atas kawasan perbukitan Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang.(sms.com/wy)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Cuaca yang tidak menentu, tak menyurutkan tekad para atlet gantolle Jateng untuk tetap mengasah diri. Tetap mengutamakan keselamatan ketika cuaca tidak bersahabat, atlet-atlet salah satu olahraga dirgantara tersebut merancang peningkatan penguasaan terbang di kawasan pantai Parangtritis, Bantul.

‘’Ada beberapa alternatif latihan pada latihan pembuka tahun 2021 nanti. Namun kemungkinan besar di Parangtritis, karena di sana kecenderungan arah angin bertiup dari barat. Tentu saja dengan catatan tidak dalam kondisi hujan,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Senin (28/12).

Alternatif venues lain untuk latihan yakni perbukitan daerah Cawas (Klaten), Bukit Gajah di kawasan Gunung Telomoyo wilayah Kabupaten Semarang, serta Bukit Joglo di kawasan ketinggian Waduk Gajahmungkur, Wonogiri. Beberapa lokasi tersebut, selama beberapa waktu terakhir memang menjadi lokasi yang dipilih Stik dkk untuk mengasah kemampuan terbang.

Lebih-lebih, saat ini mereka tengah berkonsentrasi latihan untuk nomor spot landing atau ketepatan mendarat. Nomor tersebut memang tidak membutuhkan lokasi lepas landas yang sangat tinggi, sebagaimana layaknya launching ramp untuk latihan nomor cross country (XC) atau lintas alam.

Kemampuan Bersaing

Katajaman bidikan target pendaratan, saat ini memang baru menjadi fokus latihan para atlet gantolle Jateng. Terutama setelah mereka melakukan try in dalam latihan bersama menggunakan sistem static towing di Bandara Ngloram, Cepu pada 23-29 November lalu.

Konsentrasi spot landing dipertajam, agar meningkatkan kemampuan para atlet tersebut dalam persaingan dengan atlet-atlet lain dari Jabar dan Jatim yang selama ini dianggap memiliki prestasi lebih bagus di arena ketepatan mendarat.

‘’Kalau untuk nomor cross country, awak tim Jateng bisa bersaing ketat dengan para atlet dari provinsi lainnya,’’ tutur Stik yang juga tercatat sebagai atlet dari Karanganyar tersebut.

Selain Stik, sejumlah atlet lain biasanya berlatih bersama di antaranya Sulis Widodo (Solo), Isah Iriawan (Klaten), Supardi (Karanganyar), Awan dan Ayyas Yahya, serta Supriyanto (Banyumas). Latihan intensif dilakukan guna meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi PON Papua 2021.(wy)

Editor: sarmun