Hindari Kerumunan, Gantolle Tunda Terbang di Parangtritis

hindari-kerumunan-gantolle-tunda-terbang-di-parangtritis
LATIHAN: Salah seorang atlet gantolle Jateng terbang dari ketinggian Gunung Telomoyo di wilayah Kabupaten Semarang dalam latihan bersama.(sms.com/wy)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Atlet-atlet gantolle Jateng menunda sesaat agendanya untuk terbang pembuka tahun 2021 di kawasan pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta. Paling cepat, akhir pekan nanti mereka baru bisa merealisasikan rencana latihan terbang bersama tersebut.

Sebab ada instruksi Panglima Angkatan Udara agar tidak menggelar kegiatan olahraga dirgantara pada pergantian tahun hingga 7 Januari 2021. Pertimbangannya, dapat menimbulkan potensi kerumunan yang memungkinkan terjadinya penularan Covid-19.

‘’Karena instruksi tersebut, pihak Lanud Adi Sucipto yang wilayah jangkauannya hingga mencakup kawasan udara Parangtritis, meminta agar tidak ada latihan terbang dulu hingga 7 Januari nanti,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Senin (4/1).

Lelaki yang juga atlet dari Karanganyar tersebut mengungkapkan, saat ini terbang dari perbukitan di Parangtritis menjadi salah satu alternatif, karena arah dan kecepatan anginnya pada awal tahun biasanya cukup bagus. Kendati demikian, faktor lain cuaca seperti hujan dan awan pekat sangat diperhitungkan, mengingat keselamatan atlet menjadi pertimbangan utama dalam olahraga dirgantara itu.

Lokasi Alternatif

Tak hanya satu venue. Menurut Stik, alternatif lokasi lain juga disiapkan dalam latihan bersama awal 2021. Selain kawasan Parangtritis, tempat latihan terbang yang kemungkinan dijadikan arena menempa diri yakni dari Bukit Gajah di kawasan Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang, serta perbukitan di daerah Cawas, Klaten.

‘’Yang jelas terus berlatih secara intensif, sebagai rangkaian menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Saat ini konsentrasi kami berlatih untuk nomor ketepatan mendarat atau spot landing,’’ ujar dia.

Pilihan nomor latihan tersebut dengan tujuan agar atlet-atlet Jateng mampu bersaing dengan awak tim dari provinsi lain, terutama Jatim, Jabar, Riau dan Kaltim. Sedangkan untuk nomor lintas alam atau cross country (XC) baik yang terbuka maupun XC terbatas, atlet-atlet Jateng diperhitungkan cukup mampu bersaing.

‘’Lagi pula saat musim hujan seperti saat ini, tidak memungkinkan kami berlatih terbang lintas alam, karena cuaca sering cepat berubah,’’ jelas Stik.(wy)

Editor: Sarmun