Enam Pemanjat Pelajar Solo Disiapkan Bersaing di Popda Jateng

enam-pemanjat-pelajar-solo-disiapkan-bersaing-di-popda-jateng
BOULDER: Seorang pemanjat pelajar Kota Surakarta berusaha menaklukkan jalur boulder pada latihan di kompleks Stadion Manahan.(sms.com/wy)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Enam pemanjat pelajar SMP dan SMA di lingkup Solo, disiapkan Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta untuk bersaing pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2021. Mereka yang terbagi atas tiga atlet putra dan tiga putri, sejak beberapa waktu lalu digembleng dalam latihan bersama para pemanjat lain di kompleks Stadion Manahan.

‘’Jumlah atlet yang disiapkan tersebut disesuaikan dengan kuota yang diberikan untuk tim panjat tebing,’’ kata pengurus Pengkot FPTI Surakarta Teddy Saba yang biasa mendampingi latihan para atlet muda di papan panjat kompleks Manahan, Rabu (13/1).

Pria yang juga ketua klub Solo Adventum tersebut mengungkapkan, rancangan awak tim panjat tebing Surakarta proyeksi Popda Jateng yang bakal diselenggarakan di Semarang, sudah disusun. Mereka adalah Arfian Tegar Saputra, Fathah Adi Arrazaq dan Fadil Ghani Sriyono Putra di kelompok putra. Sedangkan atlet putri yang disiapkan yakni Merry Arisyah Saputri, Nanda Devi Saba dan Yasmin Fatin Naafi’ah.

Penerapan PSBB

Selama ini para atlet menjalani program-program latihan yang disusun pelatih Sutrisno, serta tetap dikawal Ketua Harian Pengkot FPTI Surakarta Marjiyanto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim. Mereka ditempa memacu kecepatan memanjat di papan speed, serta mengasah kemampuan menaklukkan poin-poin jalur pemanjatan di wall lead dan boulder.

Namun sejak Senin (11/1), para atlet tersebut untuk sementara tidak berlatih bersama. Berkaitan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai pandemi Covid-19, kompleks Manahan ditutup hingga 25 Januari nanti.

‘’Jadi anak-anak sementara kembali berlatih mandiri. Paling tidak, mereka harus menjaga kondisi fisiknya masing-masing selama latihan sendiri di rumah masing-masing,’’ tutur Teddy.

Dia mengungkapkan, para pemanjat pelajar tersebut sebagian di antaranya merupakan bibit-bibit pemula. Mereka belum lama mengenal papan panjat. Itu pun harus beberapa kali terputus latihan rutinnya, mengingat fasilitas papan panjat di kompleks Stadion Manahan sempat ditutup cukup lama, terutama saat awal-awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

‘’Potensi anak-anak sebenarnya cukup bagus. Hanya saja, sebagian di antara mereka benar-benar pemula, serta jam terbangnya masih sangat rendah,’’ ujar dia.(wy)

Editor: Sarmun