Lifter Peraih Perunggu Paralympic Pindah Cabang Renang?

lifter-peraih-perunggu-paralympic-pindah-cabang-renang?
BERLATIH RENANG: Lifter National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Ni Nengah Widiasih mencebur di kolam renang untuk mulai berlatih renang.(sms.com/wy)

*Pelatnas Proyeksi Pesta Olahraga Disabilitas Sejagat 2021

NI Nengah Widiasih pindah cabang olahraga? Pertanyaan itu bisa jadi muncul ketika melihat Widi berbaur dengan para perenang pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di kolam renang Hotel Sahid Kusuma Solo, pekan lalu. Hotel tersebut merupakan markas pelatnas proyeksi Paralympic Games Tokyo 2021 yang menjalani training camp (TC) di Kota Bengawan, selama masa pandemi Covid-19 ini.

Tak hanya duduk-duduk di pinggir kolam. Widi yang tercatat sebagai lifter peraih medali perunggu kelas -41 kg pada Paralympic Games Rio de Janeiro 2016 itu pun mengenakan pakaian renang dan mencebur ke kolam. Pelatih pelatnas renang Bhima Kautsar sesekali juga memberikan instruksi kepadanya.

Tapi benarkah Widi beralih ke cabang renang?

‘’Hahaha… tidak. Saya ingin belajar renang untuk menunjang kebugaran fisik dalam meningkatkan kemampuan mengangkat barbel. Apalagi jadwal di angkat berat, setiap Sabtu pagi, relaksasi. Maka begitu teman-teman atlet renang usai berlatih, giliran saya yang nyebur,’’ kata Widi sambil tertawa.

Kemauan Keras

Tak hanya dirinya. Rekannya, lifter Sriyanti (kelas 80+ kg) dan pelatih pelatnas angkat berat NPCI Coni Ruswanta serta sejumlah asisten pelatih pun turut masuk kolam renang. Namun awak pelatnas proyeksi pesta olahraga disabilitas terbesar sejagat di Tokyo itu, lebih banyak berendam.

Beda dengan Widi yang berlatih keras agar bisa berenang. Saat itu, baru delapan kali atlet kelahiran Karangasem (Bali), 12 Desember 1992 tersebut belajar berenang. Tapi menurut Bhima Kautsar, sang lifter internasional tersebut telah mampu berenang dalam jarak total hampir 400 meter dalam satu sesi latihan. Perenang pelatnas yang telah rampung berlatih, Syuci Indriani, turut mengawalnya.

‘’Widi punya kemauan keras. Padahal dia latihan renang dari nol, gak bisa sama sekali,’’ tutur Bhima.


Selain merasa lebih bugar, atlet berkursi roda tersebut mengaku belum dapat merasakan manfaat lain dari aktivitasnya berenang. Mungkin karena dia belum lama bisa renang.

‘’Oh iya, berat badan saya juga turun sekitar satu kilogram, usai berenang. Menurunkan berat badan, namun dapat mempertahankan angkatan, sangat penting bagi lifter. Sebab jika terjadi angkatan beban sama pada kelas yang sama, maka lifter dengan berat badan lebih ringan yang menang,’’ ujar Widi.(wy)

Editor: Sarmun