Kembali Asah Spike, Voli Solo Batasi Atlet Setiap Berlatih

kembali-asah-spike-voli-solo-batasi-atlet-setiap-latihan
SPIKE: Seorang pebola voli Solo melepas spike yang gagal diblok lawannya dalam latihan di GOR voli kawasan Sumber, Banjarsari, Solo.(sms.com/wy)

SOLO, suaramerdekasolo.com. Usai diliburkan total selama dari dua pekan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Surakarta kembali membuka lagi latihan bersama para atletnya.

Ketajaman spike, akurasi passing dan recieved, serta kerapatan blok para pemain kembali diasah, mulai Rabu (27/1) lalu. Kendati demikian, jumlah atlet dalam setiap sesi latihan yang dilaksanakan di GOR voli kawasan Sumber, Banjarsari, sangat dibatasi. Itu pun harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

‘’Setiap sesi, jumlah maksimal atlet yang berlatih 20 orang. Tak bisa lebih. Baik untuk tim pelajar maupun tim Poprov, putra dan putri,’’ tandas Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot PBVSI Surakarta, Agus Suyanto, Jumat (29/1).

Gedung olahraga tersebut, selama ini memang digunakan bergiliran untuk berlatih tim-tim dengan beberapa proyeksi. Selain skuad yang disiapkan guna menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2021, juga rancangan tim proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022. Bahkan latihan bagi para pebola voli usia di bawah 15 tahun (U-15) dijadwalkan pula di GOR tersebut.

U-15 Masih Diliburkan

Namun jadwal berlatih untuk bibit-bibit atlet yang masih sangat muda itu, hingga kini belum dibuka. Mereka masih diliburkan. ‘’Sesuai surat edaran Wali Kota mengenai perpanjangan PPKM, maka latihan untuk pemain U-15 belum bisa digelar lagi. Latihan baru ditujukan bagi para pebola voli tim pelajar, rancangan Porprov, serta atlet-atlet senior,’’ jelas pria yang juga guru SMAN 1 Surakarta itu.

Orang tua yang mengantar anak-anaknya berlatih, untuk sementara juga tidak diperkenankan menunggui di kompleks GOR tersebut. Mereka hanya diperbolehan menurunkan sang anak, lalu meninggalkan lokasi berlatih.

‘’Bagaimana pun, kesehatan dan keselamatan menjadi hal utama. Maka, meski atlet dituntut untuk melakukan latihan keras secara rutin, tapi ketentuan pemerintah yang mendasarkan pada kesehatan juga wajib kami jalani,’’ ujar Agus yang juga pelatih tim putri klub amatir Vita Solo.(wy)

Editor: Sarmun