Gantolle Jateng Mulai Pertajam Pencapaian Titik Pendaratan

gantollle-jateng-mulai-pertajam-pencapaian-titik-pendaratan
TERBANG: Seorang atlet gantolle Jateng terbang usai lepas landas dari bukit di kawasan pantai Parangtritis, Bantul, pekan lalu.(sms.com/wy)

*Awak Tim PON Jalani Tes Fisik di Kampus UNS

SOLO, suaramerdekasolo.com. Tim gantolle Jateng yang diproyeksikan untuk menghadapi PON XX/2021 mulai mengasah ketajaman percapaian titik pendaratan. Pelatih gantolle Oke Adrianto menyebutkan, nomor spot landing menjadi salah satu konsentrasi perburuan medali, selain lintas alam atau cross country (XC) pada pesta olahraga nasional yang rencananya digelar di Papua itu.

‘’Saat ini, para atlet sering latihan di Parangtritis, Bantul. Cuacanya lebih mendukung. Fokusnya mempertajam latihan spot landing. Beberapa atlet sudah mencatatkan poin bagus dalam latihan nomor itu,’’ kata Oke, Rabu (24/3).

Dia mengungkapkan, empat atlet masuk dalam kerangka tim Jateng. Mereka adalah Sulis Widodo (Solo), Isah Iriawan (Klaten), serta Supardi dan Susetiyoko ‘’Stik’’ (Karanganyar). Namun sejumlah atlet lain juga diasah dalam latihan bersama, seperti Supriyanto, Kharisma Febry (Banyumas), Rochman Setiawan (Salatiga), Ayas Yahya (Grobogan), M Dimas Setiawan, M Fajar Hidayah (Klaten) dan Joey Anung AW (Karanganyar).

Target Emas

Enam medali emas bakal diperebutkan cabang gantolle pada PON tersebut. Yakni dari nomor XC kelas A dan B, serta spot landing perorangan dan beregu A dan B. Tim Jateng menargetkan dua emas dalam persaingan nasional nanti.

‘’Kami membidik emas dari nomor spot landing dan XC. Kalau XC digelar di Jateng, entah Wonogiri atau Telomoyo Kabupaten Semarang, kami yakin bisa memetik emas. Tapi kalau tetap di Papua, peluangnya menjadi fifty-fifty bagi seluruh tim peserta, karena medannya berat,’’ tutur Oke.

Pria yang juga atlet senior gantolle itu mengungkapkan, para atlet Jateng sebelumnya memang lebih sering menjalani latihan XC. Namun pada beberapa tahun terakhir, latihan juga difokuskan pada nomor spot landing atau ketepatan mendarat.

‘’Saat ini, rata-rata capaian para atlet mencapai di bawah lima meter dari titik pendaratan,’’ jelas Oke.
Para atlet tersebut juga telah mengikuti tes fisik di kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta. Selain data postur para atlet, menurut Dekan FKor Sapta Kunta Purnama tes itu mencakup daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan dan kelentukan mereka.(wy)

Editor: Sarmun