Tiga Pebola Voli Pelajar Putri Solo Ikuti Seleksi Jateng

tiga-pebola-voli-pelajar-putri-solo-ikuti-seleksi-jateng
SPIKE: Pebola voli pelajar Solo, Viviola Agustina melepaskan pukulan spike dalam latihan di GOR Voli kawasan Sumber, Banjarsari, beberapa waktu lalu.(sms.com/wy)

*Diproyeksikan untuk Menghadapi Popnas

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tiga pebola voli pelajar putri Solo menerima panggilan untuk mengikuti seleksi pembentukan tim voli Jateng, proyeksi Pekan Olaharaga Pelajar Nasional (Popnas) mendatang. Mereka adalah Viviola Agustina, Fiola Marsya Azzahra dan Khansa Naila Nurnakaeisha.

Ketiganya saat ini merupakan bagian dari kerangkat tim Kota Bengawan yang disiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng mendatang. Bersama sejumlah atlet pelajar lainnya, mereka sering digembleng dalam latihan yang dipimpin pelatih Marwoto di GOR Voli kawasan Sumber, Banjarsari.

‘’Kapan seleksinya untuk tim Jateng, masih nunggu info lanjutan. Tapi potensi tiga anak tersebut cukup bagus, meski jam terbangnya masih kurang. Sebab usia mereka memang masih sangat muda,’’ kata pelatih tim putri Popda Solo, Marwoto, Senin (5/4).

Vivi yang kini duduk di bangku kelas satu SMA Batik 2 Surakarta, baru berusia 15 tahun dengan posisi sebagai open spiker. Kedua rekannya bahkan masih berstudi di jenjang SMP. Fiola tercatat sebagai siswa kelas dua SMPN 15 Surakarta, demikian pula Naila.

Ditunda

Tiga pelajar itu merupakan bagian tulang punggung tim putri Popda Surakarta. Skuad besutan Marwoto tersebut telah disiapkan sejak awal, namun skedul pelaksanaan pesta olahraga pelajar itu ditunda karena pandemi Covid-19. Semula, kualifikasi bola voli untuk lingkup eks Karesidenan Surakarta atau Solo Raya dijadwalkan April di Sukoharjo. Tapi agenda Pra-Popda tersebut diundur menjadi 28 Juni-3 Juli.

Berbagai program latihan dilakukan dalam rangkaian persiapan secara intensif. Vivi dkk telah menjalani uji coba melawan tuan rumah Be-Vate di Sidoarjo, Februari silam. Selanjutnya pada Maret lalu, mereka juga beraga latih tanding di Sleman.

‘’Seluruh hasilnya positif. Alhamdulillah, progres kemampuan fisik dan teknik anak-anak selama berlatih terus meningkat,’’ tutur Marwoto.

Pensiunan pegawai Pertamina itu menambahkan, mental duel dan daya juang para atlet pelajar tersebut juga kian membaik. Kendati demikian, mereka belum konsisten menerapkannya dalam permainan. ‘’Rata-rata masih anak-anak. Jadi mainnya belum bisa benar-benar stabil,’’ ujar Marwoto.(wy)

Editor: Sarmun