Vita Solo Benahi Kelemahan, Problem Pertahanan Jadi Sorotan

vita-solo-benahi-kelemahan-problem-pertahanan-jadi-sorotan
BLOK BOLA: Pebola voli klub amatir Vita Solo, Norma Lisa dan Sri Wahyuni mengeblok bola yang dipukul seorang pemain klub Jenggolo Kediri pada uji coba di daerah Kalijambe, sebelum Ramadan lalu.(sms.com/wy)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Latihan bagi para tim bola voli putri Solo selama bulan Ramadan dimanfaatkan Agus Suyanto untuk evaluasi dan berbenah. Pelatih tim putri klub voli amatir Vita Solo itu menyoroti sejumlah kelemahan anak-anak didiknya, baik para atlet senior maupun beberapa yang masih yunior.

‘’Rata-rata mereka berani dalam menyerang. Pukulan-pukulan spike-nya lumayan. Tapi konsistensi pertahanan masih jadi problem, terutama di sektor belakang. Padahal, serangan maksimal dibangun dari passing yang baik,’’ kata Agus, Rabu (21/4).

Pria yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tersebut mengungkapkan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada tim yunior, namun juga skuad senior. Karena itu, dia menyebut perlunya pembenahan teknik secara mendasar dalam mengantisipasi bola-bola servis maupun spike dari lawan.

‘’Banyak pemain belum mampu mengamankan daerahnya sendiri, serta kurang cepat mengantisipasi datangnya bola, misalnya yang lolos dari blok di lini depan,’’ tuturnya.

Beberapa Proyeksi

Selama ini, diri Agus dibantu asisten pelatih Budi ‘’Olga’’M Romdhani Ardhiansyah menggembleng para pebola voli senior putri yang disiapkan beberapa proyeksi. Yakni memperkuat klub Vita dalam gelaran kompetisi nasional Livoli Divisi Utama, lalu sebagian dari mereka disiapkan untuk menghadapi proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022.

Selain itu beberapa atlet pelajar yang dinilai memiliki potensi bagus, serta ditempa dalam latihan bersama para seniornya di GOR voli kawasan Sumber, Banjarsari. Feeling menggerakkan tubuh demi mendapatkan posisi yang tepat untuk mengamankan bola, meski terus diasahkan.

‘’Menggeser posisi tubuh hingga dapat melakukan passing bola secara lebih baik, harus terus dilatih. Jika passing baik, maka akan membuat tosser lebih akurat memberikan umpan,’’ jelas Agus.

Guru SMAN 1 Surakarta itu menambahkan, passing yang benar saat menerima bola pertama menjadi salah satu kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam kerja sama tim.(wy)

Editor: Sarmun